Assalamualaikum Pictures, Images and Photos

.:Followers:.

January 12, 2010

kata-kata khas buat-mu GADIS

.:بسم الله الرحمن الرحيم:.






Putriku tercinta! Aku seorang yang telah berusia hampir lima puluh tahun. Hilang sudah masa remaja, impian dan khayalan. Aku telah mengunjungi banyak negeri, dan berjumpa dengan banyak orang.

Aku juga telah merasakan pahit getirnya dunia. Oleh karena itu dengarlan nasehat-nasehatku yang benar lagi jelas, berdasarkan pengalaman-pengalamanku, dimana engkau belum pernah mendengarnya dari orang lain.

Kami telah menulis dan mengajak kepada perbaikan moral, menghapus kejahatan dan mengekang hawa nafsu, sampai pena tumpul, dan mulut letih, dan kami tidak mengahasilkan apa-apa. Kemungkaran tidak dapat kami berantas, bahkan semakin bertambah, kerusakan telah mewabah, para wanita keluar dengan pakaian merangsang, terbuka bagian lengan, betis dan lehernya.
Kami belum menemukan cara untuk memperbaiki, kami belum tahu jalannya. Sesungguhnya jalan kebaikan itu ada di depanmu, putriku! Kuncinya berada di tanganmu.


Benar bahwa lelakilah yang memulai langkah pertama dalam lorong dosa, tetapi bila engkau tidak setuju, laki-laki itu tidak akan berani, dan andaikata bukan lantaran lemah gemulaimu, laki-laki tidak akan bertambah parah. Engkaulah yang membuka pintu, kau katakan kepada si pencuri itu: silakan masuk … ketika ia telah mencuri, engkau berteriak : maling …! Tolong … tolong… saya kemalingan.
Demi Allah … dalam khayalan seorang pemuda tak melihat gadis kecuali gadis itu telah ia telanjangi pakaiannya.


Demi Allah … begitulah, jangan engkau percaya apa yang dikatakan laki-laki, bahwa ia tidak akan melihat gadis kecuali akhlak dan budi bahasanya. Ia akan berbicara kepadamu sebagai seorang sahabat.

Demi Allah … ia telah bohong! Senyuman yang diberikan pemuda kepadamu, kehalusan budi bahasa dan perhatian, semua itu tidak lain hanyalah merupakan perangkap rayuan! Setelah itu apa yang terjadi? Apa, wahai puteriku? Coba kau pikirkan!

Kalian berdua sesaat berada dalam kenikmatan, kemudian engkau ditinggalkan, dan engkau selamanya tetap akan merasakan penderitaan akibat kenikmatan itu. Pemuda tersebut akan mencari mangsa lain untuk diterkam kehormatannya, dan engkaulah yang menanggung beban kehamilan dalam perutmu. Jiwamu menangis, keningmu tercoreng, selama hidupmu engkau akan tetap berkubang dalam kehinaan dan keaiban, masyarakat tidak akan mengampunimu selamanya.

Bila engkau bertemu dengan pemuda, kau palingkan muka, dan menghindarinya. Apabila pengganggumu berbuat lancang lewat perkataan atau tangan yang usil, kau lepaskan sepatu dari kakimu lalu kau lemparkan ke kepalanya, bila semua ini engkau lakukan, maka semua orang di jalan akan membelamu. Setelah itu anak-anak nakal itu takkan mengganggu gadis-gadis lagi. Apabila anak laki-laki itu menginginkan kebaikan maka ia akan mendatangi orang tuamu untuk melamar.

Cita-cita wanita tertinggi adalah perkawinan. Wanita, bagaimanapun juga status sosial, kekayaan, popularitas, dan prestasinya, sesuatu yang sangat didamba-dambakannya adalah menjadi isteri yang baik serta ibu rumah tangga yang terhormat.

Tak ada seorangpun yang mau menikahi pelacur, sekalipun ia lelaki hidung belang, apabila akan menikah tidak akan memilih wanita jalang (nakal), akan tetapi ia akan memilih wanita yang baik karena ia tidak rela bila ibu rumah tangga dan ibu putera-puterinya adalah seorang wanita amoral.

Sesungguhnya krisis perkawinan terjadi disebabkan kalian kaum wanita! Krisis perkawinan terjadi disebabkan perbuatan wanita-wanita asusila, sehingga para pemuda tidak membutuhkan isteri, akibatnya banyak para gadis berusia cukup untuk nikah tidak mendapatkan suami. Mengapa wanita-wanita yang baik belum juga sadar? Mengapa kalian tidak berusaha memberantas malapetaka ini? Kalianlah yang lebih patut dan lebih mampu daripada kaum laki-laki untuk melakukan usaha itu karena kalian telah mengerti bahasa wanita dan cara menyadarkan mereka, dan oleh karena yang menjadi korban kerusakan ini adalah kalian, para wanita mulia dan beragama.

Maka hendaklah kalian mengajak mereka agar bertakwa kepada Allah, bila mereka tidak mau bertaqwa, peringatkanlah mereka akan akibat yang buruk dari perzinaan seperti terjangkitnya suatu penyakit. Bila mereka masih membangkang maka beritahukan akan kenyataan yang ada, katakan kepada mereka : kalian adalah gadis-gadis remaja putri yang cantik, oleh karena itu banyak pemuda mendatangi kalian dan berebut di sekitar kalian, akan tetapi apakah keremajaan dan kecantikan itu akan kekal? Semua makhluk di dunia ini tidak ada yang kekal. Bagaimana kelanjutannya, bila kalian sudah menjadi nenek dengan punggung bungkuk dan wajah keriput? Saat itu, siapakah yang akan memperhatikan? Siapa yang akan simpati?

Tahukah kalian, siapakah yang memperhatikan, menghormati dan mencintai seorang nenek? Mereka adalah anak dan para cucunya, saat itulah nenek tersebut menjadi seorang ratu ditengah rakyatnya. Duduk di atas singgasana dengan memakai mahkota, tetapi bagaimana dengan nenek yang lain, yang masih belum bersuami itu? Apakah kelezatan itu sebanding dengan penderitaan di atas? Apakah akibat itu akan kita tukar dengan kelezatan sementara?

Dan berilah nasehat-nasehat yang serupa, saya yakin kalian tidak perlu petunjuk orang lain serta tidak kehabisan cara untuk menasehati saudari-saudari yang sesat dan patut di dikasihani. Bila kalian tidak dapat mengatasi mereka, berusahalah untuk menjaga wanita-wanita baik, gadis-gadis yang sedang tumbuh, agar mereka tidak menempuh jalan yang salah.

Saya tidak minta kalian untuk mengubah secara drastis mengembalikan wanita kini menjadi kepribadian muslimah yang benar, akan tetapi kembalilah ke jalan yang benar setapak demi setapak sebagaimana kalian menerima kerusakan sedikit demi sedikit.

Perbaikan tersebut tidak dapat diatasi hanya dalam waktu sehari atau dalam waktu singkat, malainkan dengan kembali ke jalan yang benar dari jalan yang semula kita lewati menuju kejelekan walaupun jalan itu sekarang telah jauh, tidak menjadi soal, orang yang tidak mau menempuh jalan panjang yang hanya satu-satunya ini, tidak akan pernah sampai. Kita mulai dengan memberantas pergaulan bebas, (kalaupun) seorang wanita membuka wajahnya tidak berarti ia boleh bergaul dengan laki-laki yang bukan mahramnya. Istri tanpa tutup wajah bukan berarti ia boleh menyambut kawan suami dirumahnya, atau menyalaminya bila bertemu di kereta, bertemu di jalan, atau seorang gadis menjabat tangan kawan pria di sekolah, berbincang-bincang, berjalan seiring, belajar bersama untuk ujian, dia lupa bahwa Allah menjadikannya sebagai wanita dan kawannya sebagai pria, satu dengan lain dapat saling terangsang. Baik wanita, pria, atau seluruh penduduk dunia tidak akan mampu mengubah ciptaan Allah, menyamakan dua jenis atau menghapus rangsangan seks dari dalam jiwa mereka.

Mereka yang menggembor-gemborkan emansipasi dan pergaulan bebas atas kemajuan adalah pembohong dilihat dari dua sebab :

Pertama: karena itu semua mereka lakukan untuk kepuasan pada diri mereka, memberikan kenikmatan-kenikmatan melihat angota badan yang terbuka dan kenikmatan-kenikmatan lain yang mereka bayangkan. Akan tetapi mereka tidak berani berterus terang, oleh karena itu mereka bertopeng dengan kalimat yang mengagumkan yang sama sekali tidak ada artinya, kemajuan, modernisasi, kehidupan kampus, dan ungkapan-ungkapan yang lain yang kosong tanpa makna bagaikan gendang.

Kedua: mereka bohong oleh karena mereka bermakmum pada Eropa, menjadikan eropa bagaikan kiblat, dan mereka tidak dapat memahami kebenaran kecuali apa-apa yang datang dari sana, dari Paris, London, Berlin dan New york. Sekalipun berupa dansa, porno, pergaulan bebas di sekolah, buka aurat di lapangan dan telanjang di pantai (atau di kolam renang). Kebatilan menurut mereka adalah segala sesuatu yang datangnya dari timur, sekolah-sekolah Islam dan masjid-masjid, walapun berupa kehormatan, kemuliaan,, kesucian dan petunjuk. Kata mereka, pergaulan bebas itu dapat mengurangi nafsu birahi, mendidik watak dan dapat menekan libido seksual, untuk menjawab ini saya limpahkan pada mereka yang telah mencoba pergaulan bebas di sekolah-sekolah, seperti Rusia yang tidak beragama, tidak pernah mendengar para ulama dan pendeta. Bukankah mereka telah meninggalkan percobaan ini setelah melihat bahwa hal ini amat merusak?
Saya tidak berbicara dengan para pemuda, saya tidak ingin mereka mendengar, saya tahu, mungkin mereka menyanggah dan mencemoohkan saya karena saya telah menghalangi mereka untuk memperoleh kenikmatan dan kelezatan, akan tetapi saya berbicara kepada kalian, putri-putriku, wahai putriku yang beriman dan beragama! Putriku yang terhormat dan terpelihara ketahuilah bahwa yang menjadi korban semua ini bukan orang lain kecuali engkau.

Oleh karena itu jangan berikan diri kalian sebagai korban iblis, jangan dengarkan ucapan mereka yang merayumu dengan pergaulan yang alasannya, hak asasi, modernisme, emansipasi dan kehidupan kampus. Sungguh kebanyakan orang yang terkutuk ini tidak beristri dan tidak memiliki anak, mereka sama sekali tidak peduli dengan kalian selain untuk pemuas kelezatan sementara. Sedangkan saya adalah seorang ayah dari empat gadis. Bila saya membela kalian, berarti saya membela putri-putriku sendiri. Saya ingin kalian bahagia seperti yang saya inginkan untuk putri-putriku.

Sesungguhnya tidak ada yang mereka inginkan salain memperkosa kehormatan wanita, kemuliaan yang tercela tidak akan bisa kembali, begitu juga martabat yang hilang tidak akan dapat diketemukan kembali.
Bila anak putri jatuh, tak seorangpun di antara mereka mau menyingsingkan lengan untuk membangunkannya dari lembah kehinaan, yang engkau dapati mereka hanya memperebutkan kecantikan si gadis, apabila telah berubah dan hilang, mereka pun lalu pergi menelantarkan, persisnya seperti anjing meninggalkan bangkai yang tidak tersisa daging sedikitpun.

Inilah nasehatku padamu, putriku. Inilah kebenaran. Selain ini jangan percaya. Sadarlah bahwa di tanganmulah, bukan di tangan kami kaum laki-laki, kunci pintu perbaikan. Bila mau perbaikilah diri kalian, dengan demikian umat pun kan menjadi baik. (Wallahul musta’an).

Photobucket
Ali Thantawi



 





December 17, 2009

Benarkah Islam itu terrorist!


.:بسم الله الرحمن الرحيم:.



Dengan nama Allah swt yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi KeagunganNya. Pada-Nyalah tersimpan segala rahsia seluruh penghuni dunia bahkan seluruh penghuni langit. Salam sayang selaut rindu buat Muhamad Bin Abdullah , mujahid terhebat sepanjang zaman. Salam ukhuwah buat semua sahabat2 yang masih setia berkunjung ke sini.

Sekadar 1 pertanyaan kosong dari ana..

Kenalkah kita  pada Raja Pop, Micheal Jackson yang meninggal dunia pada bulan Jun tahun ini





Tak kan tak kenal kut. Pasti semua orang tahu mengenai kematiannya kerana ianya mendapat liputan luas dari pelbagai pihak.Siaran television seluruh dunia memaparkan kisah raja pop tersebut. Menayangkan tayangan eksklusif langsung dari AS acara penghormatan terakhir bagi si Raja Musik Pop sampai pagi ! Dan entah berapa juta mata masyarakat yang rela menahan mata demi menyaksikan acara tersebut.CD/VCD/DVD lagu2 Micheal Jackson dikeluarkan sebagai tribute untuk arwah.


Gah bukan..?

Tapi…

Pada saat yang sama , berlangsungnya juga pemakaman seorang muslimah yang Insya Allah menjadi seorang shahidah  kerana mempertahankan hijabnya.


MARWA AL-SHARBINI


Kenalkan ke pada Marwa Al-Sharbini ini ? Mungkin tiada siapa yang mengenalinya kerana arwah hanyalah seorang insan biasa yang mati syahid kerana mempertahankan hijabnya. Tidak banyak liputan TV tentang Marwa Al-Sharbini, seorang ibu yang punya seorang anak, dan sedang mengandung tiga bulan, mati akibat ditikam 18 kali oleh seorang pemuda Jerman keturunan Rusia yang anti-Islam dan anti-Muslim. Tidak ramai pula di kalangan orang Islam sendiri sedar tentang tragedi kejam ini. Yang mereka lebih tahu ialah kematian Raja Pop. Itupun kerana media, terutama TV  yang melampau-lampau liputannya. Berhari-hari, bahkan berminggu masih belum reda isunya.

Hati ana ini bagai dihiris  bila mengenangkan nasib si pejuang hijab ini. Pemergian beliau sangat tragis. Ditikam 18 kali , hanya kerana beliau mengenakan pakaian yang menutup aurat di sebuah Negara secular , Jerman.

Marwa mengalami diskriminasi daripada jirannya sendiri yang anti-Islam dan anti-Muslim. Hanya kerana Marwa berhijab , dia digelar..

TERRORIST..!!!!!!!!!!!!

Sewaktu kejadian tersebut berlaku , Marwa sedang hamil 3 bulan. Marwa ditikam di ruang mahkamah kota Dresden, Jerman sebelum memberikan keterangan atas kesnya. Ia mengadu tentang seorang pemuda Jerman bernama Alex W yang kerap menyebutnya “terrorist” hanya disebabkan beliau berhijab. Dalam suatu kesempatan sebelum itu , Alex itu pernah menyerang Marwa dan berusaha melepas hijab Muslimah berasal dari Mesir itu. Di saat berada di mahkamah itulah, Alex kembali menyerang Marwa, kali ini ia menikam Marwa berkali-kali. Suami Marwa yang berusaha melindungi isterinya, terkena tembakan pihak berkuasa yang berdalih tidak sengaja menembak suami Marwa yang kini dalam keadaan kritikal di hospital di Dresden .

Marwa syahid kerana mempertahankan syariat Allah di tengah2 gelanggang negara yg bilangan penduduk Islamnya terlalu sedikit. Golongan minoriti.

Ribuan orang di Mesir yang mengantar jenazah Marwa ke tempat peristirahatannya yang terakhir, memang tidak sebanyak orang yang menangisi kepergian Michael Jackson. Marwa hanya seorang ibu dan bukan superstar seperti MJ. Tapi kepergian Marwa adalah lambang jihad seorang muslim. Marwa mempertahankan harga dirinya sebagai seorang Muslimah yang mematuhi ajaran agamanya meski untuk itu ia kehilangan nyawanya. Beliau juga tidak sepopular artis tersohor tersebut , tetapi pastinya beliau tersohor di kalangan penduduk langit kerana mempertahankan harga diri, maruah dan agamanya melalui tudungnya, yang dengannya ia syahid.


Kisah Marwa ini sepi dari pemberitaan di media massa Jerman dan mungkin dari pemberitaan media massa asing dunia karena yang menjadi korban adalah seorang muslimah yang dibunuh oleh orang Barat yang anti-Islam dan anti-Muslim. Situasinya mungkin akan berbeza jika yang menjadi korban adalah satu orang Jerman atau orang Barat yang dibunuh oleh seorang ektrimis Islam. Beritanya dipastikan akan gempar dan mendunia.

Itulah sebabnya, mengapa di di kaca television kita cuma dihebahkandengan pemberitaan pemakaman Michael Jackson. Tak ada berita pemakaman syahidah Marwa Al-Sharbini yang mendapat sebutan “Pahlwan Jilbab”. Tak ada protes dunia Islam atas kematiannya. Tak ada tangisan kaum muslimin dunia untuknya. Kisah Marwa ini jika kita “explore” kisah Masyitah si tukang sikat anak Firaun , tidak jauh bezanya . Saat Masyitah menyebut kpd anak Firaun..


“Allah adalah tuhanku dan tuhanmu jua"

Kisah Marwa ini juga membuatkan seolah2 kita kembali ke zaman dahulu , pada masa Islam itu dianggap aneh dan asing.

Dan lagi…kalau kita hayati kita Marwa ini kan , Marwa dipanggil TERRORIST krna berjilbab , tapi

Siapa Sebenarnya Terrorist…?!!!!!
Siapa Sebenarnya Yang Pengganas ????? 


p/s : kisah Marwa membuatkan kita seolah-olah kembali ke zaman dahulu, pada waktu Islam dianggap sesuatu yang sangat asing!!

ana petik kata-kata daripada seorang pengarang majalah yang mengatakan...
Mari tanyakan kepada diri masing-masing, kenapa benda ini boleh  berlaku kepada kita umat islam? jumlah umat islam kini mencecah 1/4 (25%) daripada penduduk dunia! Namun kita tidak dapat lakukan apa-apa pada saat saudara-saudara kita dari pelbagai ceruk dunia ditindas, dibunuh, dianiayai dan dirompak kehormatannya!
Mari kita tanyakan kembali kepada diri kita, "Apa yang telah kita lakukan untuk Islam?" 
 maka fikir-fikirkan lah... 

November 28, 2009

mana yang penting???

.:بسم الله الرحمن الرحيم:.



Sekumpulan bekas pelajar sebuah sekolah berkumpul menziarahi bekas muallimah mereka yang telah selamat melahirkan seorang anak lelaki. Muallimah tersebut teramat gembira menerima kedatangan bekas pelajar yang berjaya dalam kehidupan masing-masing. Mereka bertanya khabar dengan penuh mesra dan terus terang. Perbincangan berlanjutan sehingga menyangkut kepada permasalahan berbentuk peribadi. Ada yang mengeluh, mengadu dan meluahkan perasaan yang tertekan dengan pelbagai permasalahan, tekanan hidup di kampus, matapelajaran yang semakin susah,dan masalah percintaan .

Muallimah tersebut hanya tersenyum dan terus menuju ke dapur untuk mengambil cawan pelbagai bentuk dan warna. Ada yang dibuat daripada kaca, plastik dan tembikar. Ada yang cantik, unik, kelihatan mahal dan ada yang murah serta buruk. Pensyarah itu menjemput semua bekas anak murid itu minum menggunakan cawan pilihan mereka.



Apabila semua bekas pelajar itu mengambil cawan yang terisi air, dia pun berkata: ”Jika kamu perhatikan, kesemua cawan yang cantik dan expensive sahaja yang antum(kamu) ambil, yang tinggal hanya cawan murah dan buruk sahaja! “Begitulah lumrah kehidupan  kita yang mana hanya akan memilih yang terbaik (menurut pandangan zahir), dan kesemuanya itu merupakan punca masalah dan tekanan hidup yang sedang kita alami!”

Apa yang kita perlukan sebenarnya adalah air, bukannya cawan..namun kita secara tidak sedar memilih cawan yang cantik saja! Demikianlah kehidupan ini – ibarat air. Kerjaya, wang ringgit dan kedudukan dalam masyarakat semuanya umpama cawan yang beraneka warna itu. Semua itu adalah alat atau pemudah cara untuk meneruskan hidup tetapi kualiti hidup tidak berubah. Jika kita hanya menumpukan perhatian kepada cawan, kita tidak ada masa untuk menghargai, merasakan dan menikmati air itu!






p/s :
*       Terima kasih ana ucapkan kepada seorang ukhti ………. (text missing) kerana memberikan sebuah notebook yang didalamnya terdapat kisah ini..syukran jazilan (^_^)

*       ''Dan jika kamu mengikut kebanyakkan (majoriti) orang di bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah..." (surah Al-An'am)
  














November 10, 2009

ana hairan..??


 .:بسم الله الرحمن الرحيم:.



Ana hairan adakah kita lupa hakikat diri sebagai seorang hamba yang jijik???
Apakah kita lupa kebenaran hakiki bahwa kita adalah pendusta dan pengkhianat???
Lalu mana pintu taubat dan nikmat yang perlu kita cari ???

Ana hairan bukankah kita bersaksi kita bersaudara pada panji tauhid???
Tapi di mana mereka bila saudaranya disembelih dan diperkosa???
Bila ummat seiman dengannya dibunuh dan diseksa ???


Ana hairan
apakah hilang rasional kita???
Bergaduh demi pangkat, jawatan dan pilihanraya???
Sedang ummat ini masih lagi hanyut dalam kesesatan..
Dan anak muda gembira dan menari riang bersama dengan syaitan???


Ana hairan kenapakah orang ramai lebih suka berbicara...
Dan berkata-kata kononnya atas dasar cendekiawan dan ketinggian ilmu pengetahuan...
Demi dasar demokrasi junjungan perihal generasi masa hadapan...
Tetapi,anak muda tetap ber"enjoy" dengan rentak hidup mereka sendiri???
Adakah Islam itu tertegak dengan kata-kata pendusta?


Ana hairan kubur mereka sudah dekat menanti...
Harta dan pangkat tak pernah lupa untuk dicari...
Tidak pula peduli tatkala mengambil a.k.a mencuri harta rakyat sendiri...


Ana hairan pabila mereka kata pejuang Islam itu sejati...
Tetapi ummat seiman dengan mereka kafir digelari...
Berjalan bangga kononnya menteri...


Ana hairan anak muda dengan hidup mereka yang songsang...
Berpimpin tangan,berpeluk dan bersenda menari...
Tarian dengan lenggok sendiri..
Adakah lupa pada ketinggian harga diri ???


Ana hairan islam dianggap asing pada ummatnya sendiri...
Lalu mereka kata inilah yang hakiki...
Itulah yang benar dan kamulah yang salah....
Tidakkah sedar kita ini pendakwah???
Bukannya hakim menjatuhkan silap dan salah...


Ana hairan bila mana kata-kata yang benar dibuang jauh...
Pembawa kebenaran dianggap asing dan kebathilan dipegang teguh...
Adakah ini ummat nabi Muhammad masa kini ?


Ana hairan ada yang berkopiah dan berserban...
Yang berkot dan bertali leher...
Lambang cendekiawan moden bijak berkata...
Maka kenapa hukum Allah ditolak tepi sewenang-wenangnya ?
Ana hairan pada ummat ini, pada alam ini dan pada diriku sendiri...


Ana hairan..

betul-betul hairan...



 diedit oleh : mujahidah asrar
 p/s: sahabat ana pernah berkata dalam pidatonya bahawa islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali semula dalam keadaan asing...pelik??? tapi benar... 










November 04, 2009

boikot???

.:بسم الله الرحمن الرحيم:.


   Ada yang memandang sinis usaha memboikot produk yang ada kaitannya dengan zionis.Kata mereka, bukan musuh yang susah tetapi anak bangsa kita yang “merempat”…Apa tidaknya, memboikot barangan Israel samalah menutup mata pencarian para pekerja Islam yang bekerja dengan syarikat-syarikat berkenaan? Israel tidak sakit, kita yang tersepit.boikot itu bukan caranya...dakwa mereka.

   Ada pula suara sinis yang memandang enteng teriak semangat dalam demonstrasi-demonstrasi menentang yahudi laknatullah..persis anjing menyalak!! Tel Aviv dan Washington tidak tergegar sedikit pun dengan luapan kemarahan jutaan umat Islam di seluruh dunia..jadi, kaedah demonstrasi juga bukan cara yang tepat..kata sesetengah pihak.

   Namun, itulah sahaja tindakan yang dapat difikirkan dan dilakukan demi melahirkan rasa kebencian.. Bukan soal berkesan atau tidak, tetapi apa yang mampu kita buat untuk melahirkan simpati kita terhadap saudara seislam kita di Palestin..Bak kata pepatah “action speaks louder than words”..

   Sebenarnya, yahudi mesti dibenci dan diboikot mengikut cara yang sangat dibenci mereka.. Dengan cara apa??
Firman Allah :
             “sesekali-kali Yahudi dan Nasrani itu tidak akan reda selagi kamu tidak mengikut agama (cara hidup) mereka.” (surah Al-Baqarah :120)

   Inilah rahsia “hati perut” Yahudi yang telah dibongkarkan oleh Allah s.w.t sendiri..sekiranya kita Berjaya mengamalkan cara hidup Islam dan membuang cara hidup Yahudi, itulah sikap yang paling menyakitkan mereka..

   Tegasnya, dengan mengamalkan sepenuhnya cara hidup bersyariat, itulah “demonstrasi” yang paling menyakitkan Zionis laknatullah..dan usaha  “memboikot”  cara hidup Yahudi  seperti budaya hedonism (hiburan yang keterlaluan), pendedahan aurat, pergaulan bebas, rasuah, riba’ dan lain-lain lagi perkara haram, maka itulah kaedah yang paling ditakuti oleh Yahudi…

   Jadi, marilah kita semarakkan kembali cara hidup Islam yang syumul..Insya-Allah, secara automatic Yahudi akan tertekan..jangan hanya lisan je yang membenci namun tindakan kita memuji..Justeru, membenci jangan hanya dengan emosi tetapi gunakanlah akal dan hati..!!


Dipetik daripada : Majalah Solusi
Diedit sedikit oleh : Mujahidah Asrar


 
 






 

October 13, 2009

antara doktor dan mat rempit?

.:بسم الله الرحمن الرحيم:.




Sebagai seorang doktor yang tugasnya menyelamatkan nyawa manusia,tentulah saya merasa bangga dengan profesion saya ini. Sememangnya inilah cita-cita sebenar saya selama ini. Etika dan sikap profesionalisme sering saya amalkan. Apatah lagi saya juga seorang pensyarah di Pusat Pengajian Perubatan di salah sebuah universiti terkemuka. Saya sering menanamkan dan menekankan aspek insaniah dalam diri bakal-bakal doctor yang merupakan pelajar saya.

Suatu hari yang ditakdirkan Allah, saya di ajar tentang suatu nilai yang saya terlupa oleh seorang mat rempit.

Saya menoleh jam loceng saya. "Ah….baru 3am dan saya baru terlena hanya 2jam sahaja." Tapi,apakan daya kerana tugas,saya terus mencuci muka dan terus menggapai kunci kereta saya. Inilah rutin seorang doltor yang kita kenali sebagai `on call`.

Setelah memecut kenderaan saya,akhirnya saya tiba di bilik kecemasan. Ada satu kes kemalangan. Seorang penunggang cedera parah dan pemboncengnya meninggal dunia di tempat kejadian.

"Tolong doktor..Tolong selamatkan kawan saya," rayu seorang lelaki muda berseluar jean yang koyak dibahagian lututnya. Inilah trend pakaian mat rempit. Setelah 4 jam dibilik pembedahan,mangsa berjaya diselamatkan dan kaki kanannya terpaksa dipotong. Entah mengapa hari itu,terlintas bisikan syaitan dalam hati saya yang menyatakan`you deserve to get it`. Astaghfirualallahal azim, sebagai seorang doktor,saya tidak harus meletakkan prejudis saya sebagai prioriti dalam merawat pesakit. Melihat pesakit saya dari sudut siapa dia sebenarnya adalah salah. Hal ini kerana, dalam merawat dan meyelamatkan pesakit,nyawa setiap manusia begitu bernilai walaupun pada pandangan kita atau sesiapa,dia bukanlah apa-apa.

Keesokan harinya,saya pulang dari hospital agak lewat malam. Kepenatan benar-benar menyebabkan saya tidak sabar untuk tiba di rumah.

"Ah….lampu merah pula!!" Maka saya terus menekan pedal brek dan menunggu giliran sambil mata saya tertumpu pada suatu peristiwa yang menarik. Saya melihat seorang lelaki yang koyak jeannya dilutut menunggang dengan laju melanggar lampu merah tanpa rasa bersalah. Dalam hati saya berdetik "sah mat rempit lagi. Tak ada kerja lain ke selain menyusahkan orang lain." Tiba-tiba saya melihat pemuda itu berhenti,menongkat motornya dan berjalan kedepan.

Saya benar-benar malu pada diri saya sendiri melihat pemuda itu mengambil bangkai kucing yang saya kira baru saja dilanggar petang tadi,mengalihkannya ke tepi jalan agar tidak dipijak hina oleh kenderaan lain.

"Allahuakbar."

Saya benar-benar tersedak dengan bisikan hati kecil sendiri. Saya rasakan diri ini sangant mulia apabila menyelamatkan nyawa manusia,tapi tidak terlintas dan tidak sanggup membela bangkai binatang itu padahal ia juga suatu nyawa yang harus dihargai dan dimuliakan. Sedangkan dia seorang mat rempit yang mungkin tidak menghargai nyawanya sendiri boleh meletakkan nilai harga nyawa seekor binatang pada aras yang tinggi. Sesungguhnya Tuhan sedang mengajar saya sesuatu.

Sesungguhnya saya telah belajar sesuatu dari seorang mat rempit. Kemuliaan seseorang itu bukan terletak pada berapa besar dan tingginya jasa dan sumbangan pada sesuatu tetapi dinilai dari berapa besar seseorang itu mengerti makna kewujudan sesuatu dan menghargai.

Ini bukan kisah yang memberi pengajaran bahawa kita juga boleh menjadi mulia walaupun seorang mat rempit,lantas menanam cita-cita untuk menjadi kaki rempit. Namun cerita ini membawa pengajaran bahawa kita tidak boleh terlalu berbangga dengan diri sendiri dan membiarkan prejudis membezakan diri kita dengan golongan lain. Sikap prejudis akan mengurangkan etika dan meruntuhkan sikap profesinalisme yang ada dalam diri kita..


Dikongsi Daripada : Petra


p/s: conclusionnyer..don't judge people by their face or aducation..tapi in the same time, jangan pula kita rasa bahawa mat rempit tu bgus..kisah nie ade kaitan sikit ngan cerita seorang wanita yang ....(taiping error) dengan anjing yang mana walaupun wanita tu seumur hidupnye dia melakukan perkara yang dilarang Allah tapi die tetap dapat masuk syurga kerana penghujung hidupnye, dia mati dalam dahaga kerana memberi minum kepada anjing yang dahaga tapi dia tidak terlepas juga dengan azab api neraka!!akhir qalam.. melalui kisah2 seperti ini dapatlah disimpul2kan bahawa sesungguhnya Allah tidak kejam kepada hambanya walaupun Dia menyediakan neraka..ini menunjukkan betapa sayangnye Allah kepada hambanya walaupun hambanya tidak mengerjakan suruhan Allah..dan kisah seperti ini menunjukkan betapa adilnya Allah kepada hambanya ..